Eksekutif Media Diskusikan Masa Depan Industri Media
Lebih dari 700 eksekutif media, editor dan profesional yang tergabung dalam World Association of Newspapers and New Publishers (WAN-IFRA) berkumpul di Bali selama dua hari mendiskusikan serta bertukar pikiran tentang masa depan industri media kedepan.
"Pertemuan ini merupakan kali pertama diselenggarakan di Indonesia dan menunjukkan betapa pentingnya kontribusi negara berkembang di panggung regional dan global, kata Jacob Mathew, Presiden WAN-INFRA, di Bali, hari ini.
"Telah ada pertumbuhan yang cepat dari surat kabar di negeri ini," katanya dalam pidato pembukaannya. "Indonesia beruntung memiliki pers yang bersemangat dan industri media," lanjutnya.
Industri media lokal sangat terwakili dalam kegiatan ini, dari total 700 peserta yang hadir, 300 diantaranya berasal dari Indonesia.
Dalam sambutannya kepada para delegasi, Boediono Wakil Presiden Republik Indonesia mengatakan, bahwa Indonesia masih merupakan pasar utama bagi surat kabar sebagai kota-kota kecil banyak yang telah mengembangkan koran mereka sendiri.
"Di negara seperti Indonesia, ada banyak ruang untuk media cetak untuk tumbuh bersama dengan media online," katanya. Indonesia memiliki pusat desentralisasi dan pertumbuhan baru muncul serta mereka membutuhkan surat kabar mereka sendiri," paparnya.
Wakil Presiden menambahkan bahwa media memainkan peran penting dalam masyarakat, terutama dalam masyarakat demokratis dimana orang membutuhkan berita yang handal dan kredibel.
"Peran media menjadi lebih penting karena munculnya demokrasi sebagai sistem politik pilihan di banyak bagian dunia," kata Boediono "Ada hubungan penting antara peran media dan demokrasi," tutupnya.
.png)