Tim Cyber Crime Telusuri Kejahatan di Dunia Maya
Setelah Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil menangkap pemilik laman pembunuh bayaran, Tim Cyber Crime Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menelusuri kemungkinan ada pelaku-pelaku lain pada kasus jasa pembunuh bayaran di dalam laman tersebut.
Sebelumnya Polda Jawa Barat menangkap S (33), pemilik laman pembunuh bayaran Hitmanindonesia di Klender, Jakarta Timur, Jumat (9/3) dini hari pukul 03.00 WIB. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan.
Merespon penangkapan S di wilayah Jakarta, Kepala Polda Metro Jaya, Irjen Untung S Rajab, enggan berkomentar banyak.
"Jelas pada penangkapan ada koordinasi. Penyidik lapor ke Polsek dan Polres. Silahkan tanya saja ke Polda Jabar," katanya di Mapolda Metro Jaya, hari ini.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto, menuturkan terkait penangkapan S pihaknya akan memonitornya, karena juga punya kepentingan untuk memberantas kejahatan dunia maya.
"Soal penangkapan oleh Polda Jabar, kami akan monitornya juga. Nanti saya minta informasinya, karena kami punya kepentingan juga untuk memberantas kejahatan dunia maya," katanya.
Dikatakan Rikwanto, dunia maya itu lingkupnya universal. Siapa pun bisa membuatnya dimana dan kapan saja.
"Dunia maya itu, dunia tanpa batas. Kadang dibuat diberbagai tempat, termasuk di Jakarta. Jadi ada kemungkinan pelaku-pelaku lain di wilayah Polda Metro Jaya. Kami tengah menelusurinya," tambahnya.
Rikwanto menuturkan, tim Cyber Crime masalah kejahatan dunia maya sedang menelusuri kasus jasa pembunuh bayaran itu.
"Kami sedang telusuri melalui tim cyber. Namun, hingga saat ini belum ada hasilnya. Perlu waktu, kasus ini (web pembunuh bayaran) masih baru. Sebelumnya juga belum pernah ditangani," jelasnya.