Faisal Basri Akan Pindahkan Industri ke Luar Jakarta
Seperti calon-calon lainnya, bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari calon independen Faisal Basri menghadapi banyak pekerjaan rumah untuk mengurai ruwetnya permasalahan ibu kota.
Menurutnya, salah satu cara yang bisa dilakukakan untuk mengurangi beban Jakarta adalah bekerja sama dengan pemerintah daerah yang berbatasan langsung, termasuk dalam pendistribusian kegiatan ekonomi.
"Kalau katakanlah Jakarta Industrial Estate Pulo Gadung direlokasi ke Karawang, kita bicara dengan bupati Karawang, 'Yuk kita bikin PT, atau Joint Venture, bikin kawasan industri, 60 persen kalian, 40 persen Jakarta'," kata Faisal di kantor redaksi beritasatu.com, Selasa (03/04).
Kerja sama semacam ini, kata Faisal, dapat menguntungkan kedua belah pihak. Selain meringankan beban Jakarta, juga dapat memajukan perekonomian lokal di Karawang.
"Karawang menyediakan lahan, Pemda DKI mempromosikan investasinya, kemudian Pemda DKI berkontribusi untuk pembangunan rumah sewa buat karyawannya di lingkungan pabrik," jelasnya.
Karyawan juga niscaya akan lebih sejahtera, karena tidak perlu mengeluarkan ongkos besar untuk transportasi dan sewa rumah yang lebih murah.
"Daerah itu selalu dianggap sebagai "penyangga" Jakarta, bukan "partner". DKI ini terlalu tamak, terlalu arogan, terlalu (ingin) segala macam," kata Faisal.
Ia juga menyinggung banyaknya industri sederhana dengan pekerja berketerampilan rendah di Jakarta, seperti pembuat sepatu di daerah Kuningan, jins di Kebayoran Baru, rumah pemotongan hewan, dan pembungkusan/pengepakan buah.
"Kegiatan-kegiatan seperti itu perlu resource seperti air yang banyak, yang sudah tidak cocok lagi dengan aktivitas Jakarta, " ujarnya.
Selain itu, ia melanjutkan, akibat Jakarta masih mempertahankan diri dengan kegiatan semacam ini, datanglah pendatang-pendatang yang berketerampilan rendah tersebut.
"Jakarta ini dibangun oleh 2,5 juta orang dari luar Jakarta," kata Faisal.
"Upah mereka rendah, mereka tidak bisa sewa, tidak bisa kontrak. Yang mereka lakukan adalah bangun rumah ala kadarnya di bantaran kali atau (di samping) rel kereta api," tambahnya.
Lebih kanjut, dia mengatakan sudah saatnya industri dengan keterampilan rendah semacam itu dialihkan ke daerah tetangga.
"Orang-orang yang bekerja di bidang itu akan pindah ke sana, tanah lebih murah dia bisa ngontrak," ujar Faisal.
.png)