PKS Minta Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Sama
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta ambang batas parlemen sebaiknya juga menjadi ambang batas bagi partai untuk bisa mencalonkan presiden. Lewat penyamaan ambang batas tersebut maka partai-partai tengah bisa mengajukan calon sendiri.
"Menurut saya ambang batas calon presiden disamakan dengan ambang batas setiap partai lolos ambang batas parlemen berhak mencalonkan diri. Ini ada kegunaannya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memilih," kata Sekjen PKS Anis Matta, di Jakarta, hari ini.
PKS, kata dia, akan mendorong penyamaan ambang batas ini. Di DPR saat ini akan dibahas mengenai revisi Undang-Undang Nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden.
Salah satu poin krusial adalah mengenai ambang batas presidensial, yang mana selama ini hanya partai yang bisa mendapat suara 20 persen yang bisa mengajukan calon, atau bersama yang berkoalisi dengan partai tersebut.
"Kami akan mendorong supaya ambang batas presidensial disamakan dengan ambang batas parlemen (PT)," kata Anis yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu.
PKS sendiri belum menyiapkan nama calon presiden. Namun sudah ada tim yang dibentuk untuk mengkaji calon presiden.
Anis menambahkan, partai politik kecil seharusnya diberi kesempatan untuk mengusung calon presiden karena mereka juga bisa memiliki tokoh yang mumpuni menjadi pemimpin.
"Pemilihan presiden bergantung pada tokoh, sekarang ini banyak tokoh yang partainya kecil tapi tidak maju, yang memerlukan presiden kan rakyat Indonesia dan parpol menyediakan calonnya itu," tutup Anis.