Jokowi yang Membela Kepentingan Rakyatnya
Jokowi for DKI |
Namun ada segelintir orang yang saat terpilih dan memegang kekuasaan benar-benar bermanfaat bagi rakyatnya. Salah satu di antaranya adalah Joko Widodo, Walikota Solo yang biasa dipanggil sebagai Jokowi.
Dalam hal memindahkan pedagang kaki lima (PKL), umumnya para penguasa mengerahkan satpol PP untuk menggusur para PKL. Bukan hanya pentungan yang digunakan. Tapi gerobak dan barang dagangan PKL mereka rampas. Itu sama dengan mematikan mata pencarian rakyat!
Jokowi tidak meniru “budaya” para penguasa tersebut. Dia kandangkan pentungan Satpol PPnya. Sebagai gantinya, dia ajak para pedagang ngobrol bersama. Bukan 1-2x makan bareng. Tapi sampai 54 kali! Seminggu sekali! Dia sediakan tempat berdagang dengan biaya hanya Rp 2600/hari sebagai biaya retribusi. Agar ramai, dia iklankan juga Pasar baru itu di TV Solo. Akhirnya para pedagang pun rela dipindah.
Kebijakan yang betul-betul bijak seperti itu, jarang kita temui sekarang.
Saat pengelola Railbus ingin tarifnya Rp 30 ribu sekali jalan, Jokowi menolaknya. Jokowi minta supaya tarifnya Rp 3 ribu saja agar terjangkau oleh rakyat. Sempat dikandangkan Railbus tersebut karena baik pengelola mau pun Jokowi tetap ngotot.
Saat ada Kepala Sekolah yang memungut uang masuk dan ada orang tua yang lapor, Jokowi langsung naik motor ke sekolah tersebut. Dia tegur Kepala Sekolahnya. Esoknya, tidak ada pungutan lagi. Itulah tipe kepemimpinan yang efektif. Langsung beraksi begitu mendapat laporan. Ini beda dengan pemimpin lain yang meminta warga melapor kepada instansi terkait sehingga akhirnya masalah tidak beres-beres.
Saat ada siswa SMK yang bisa membuat Mobil Nasional Esemka, Jokowi langsung memakainya sebagai Mobil Dinas AD 1. Bahkan berusaha agar mobil tersebut lulus sertifikasi dan mencarikan investornya agar Indonesia bisa membuat mobil secara mandiri.
Tidak seperti pemimpin lain yang memikirkan kenaikan gaji, Jokowi justru tidak mengambil gajinya. Saya tiak butuh, biar uang itu dipakai untuk yang lebih memerlukan. Begitu katanya.
Kita mungkin tidak harus memilih Jokowi. Namun beberapa sikap dan perbuatan baiknya yang betul-betul memberi manfaat bagi rakyat banyak seharusnya ditiru. Itulah perilaku Negarawan sejati.
Penulis: Nizami
Sumber: Kompasiana